Minggu, 13 Maret 2011

kisah sukses superman is dead

Superman Is Dead Sedikit Cerita, Gambar dan Video

Beberapa orang mungkin ngga terlalu familiar dengan Superman Is Dead, sebuah band rock yang tak saya sangka akan menjadi sebesar ini. Saya pribadi kenal band ini di tahun 2002 (itupun kalau ngga salah ingat) dan album mereka waktu itu klo ngga salah berisi 6 lagu dan kasetnya pun sudah hilang.
Ok beberapa yg saya tulis mungkin dari hasil “dengar dengar” saja dan beberapa juga pernah saya baca. Band ini juga pernah menjadi band yg kontroversial karena terkena gossip miring yang bagi anda para penikmat musiknya tentu pernah mendengar kontroversi tentang Tattoo di tubuh drummernya yaitu Jerink yg “katanya” bertulisakan Fuck Java.
Karena gerah juga akan gossip yang tidak benar adanya akhirnya Jerink (saya pernah baca klarifikasinya) bahwa tidak benar ada Tattoo seperti itu bahkan Jerink mempersilahkan memeriksa seluruh Tattoo di badannya untuk mencari tulisan tersebut yang memang tidak pernah ada.
Saya juga sering membaca dari banyak orang yg tahu para personil SID bahwa ketiga orang ini tidak sombong dan belagu meskipun mereka sudah terkenal.
Pemilihan nama Superman Is Dead dapat diartikan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.. Bagi banyak orang, SID memiliki nilai plus yaitu kreatif dan idealis dengan musik mereka di tengah tekanan musik lain yg ada di negeri ini bahkan hingga saat ini.
Pada tahun 2003 mereka bekerja sama dengan pihak major label yaitu Sony Music Indonesia. Disini terjadi negosiasi yang berlangsung antara pihak Sony dengan SID dan masing2 pihak tidak mau mengalah, yang menjadi bahan perdebatan salah satunya adalah bahasa yang akan digunakan pada lagu-lagu SID.
Pihak Sony menginginkan agar lagu-lagu SID yang berbahasa Inggris dikurangi sedangkan pihak SID ingin sebaliknya. Terjadi negosiasi yg alot hingga akhirnya terjadi kesepakatan bahwa 70% lagu lagu mereka berbahasa inggris dan sisanya berbahasa Indonesia. Meskipun masuk major label… Mereka masih tetap SID sebagaimana mereka dahulu.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.
Lagu-lagu mereka sudah sangat sering diputar di radio-radio luar negeri seperti australia, new zealand dan pernah teman saya ada yang membawa kasetnya ke US dan dia bilang bahwa kasetnya dipinjam bergiliran oleh temen-temen bulenya disana karena banyak juga yang suka.
Untuk konser, SID sudah pernah melanglang buana ke berbagai negara tetapi menurut saya yang paling keren adalah konser bergengsi Vans Warped Tour di USA yg berlangsung dari juni – juli 2009. Dimana SID adalah satu2nya band yg mewakili Asia Tenggara dan Indonesia pada khususnya dan SID berbagi panggung dengan NOFX, Hoobastank, MXPX, dan band berkelas lainnya.
Beberapa foto SID dengan bendera Merah Putih saat SID manggung di luar negeri…
gctf0hpt
Saat manggu di USA
lj84j5og
Konser SID di Singapore..
3unzqhlj
SID konser di Australia.
Group band yang satu ini meskipun beraliran cadas tetapi peduli akan lingkungan seperti pemanasan global, ketersediaan air, dan sampah. Tindakan nyata sudah mereka lakukan melalui kampanye dan aksi nyata contohnya para personel SID yang kebanyakan menggunakan sepeda low rider untuk transportasi yg bertujuan untuk mengurasi emisi dan polusi, tidak jarang mereka memunguti sampah yang ada di pantai kuta dan lingkungannya.
Seperti makna Superman is Dead yang dapat diartikan tidak ada manusia yang sempurna.. So, mari kita ambil sisi positifnya dari mereka dan buang sisi negatifnya.
Video SID – Rock n Roll

Video SID – Mr President




 KISAH HARU DARI AMERIKA: SUPERMAN IS DEAD AMERICAN TOUR 2009 – DIARY 1

July 1, 2009
SID-DIary
Jawara kita Superman Is Dead rupanya harus berjuang keras mengibarkan panji Indonesia di Amerika nan megalomania itu. Setelah harus mengundur tournya, Eka harus belakangan berangkat menyusul dipenuhi ketegangan dan tanpa semangat tim Angels yang berangkat duluan. Walhasil ketika Eka bergabung menjadikan ledakan kegembiraan yang siap membawa SID melaju dengan full speed. Kisah mengharukan ini langsung diturunkan dari LA dalam bentuk diary oleh Lia Pasaribu sang manager.
24 Juni 2009, Bali, INA.
Berat! Kami berangkat menuju airport Ngurah Rai dengan perasaan berat. Perjalanan tour SID ke Amerika yang seharusnya penuh api semangat dan keriangan terasa terganjal karena salah satu personel SID; Eka Rock terhadang masalah Visa yang sampai pada hari keberangkatan belum juga keluar, sementara Vans Warped Tour dimulai 26 Juni.
Dengan China Airlines, kami melewati melewati Samudera Pasifik ditemani bir, Watchmen  ber-subtitle mandarin [The Comedian kicks ass!] dan pil tidur.
Transit di Taipei selama 30 menit kita lalui dengan lesu, berharap hari cepat berlalu dan Eka mendapatkan Visa-nya sebelum tanggal 25 Juni. Another 11 hours from Taipei to LA kita lewati dengan skenario yang sama; bir, film & pil tidur. Whatever.
25 Juni 2009, Santa Clarita, CA.
Tidak ada masalah yang berarti ketika berurusan dengan imigrasi di LA. Hembus dingin udara LA [walaupun summer] menyambut ketika kita keluar dari bandara. Disaat kita sibuk mencari tempat untuk merokok, sebuah pesan singkat kami terima mengatakan “Eka sudah mendapatkan Visa nya, dia bisa berangkat tanggal 25 Juni”. Serasa di charge mesin V8, kami spontan berteriak gembira dan saling peluk. Momen yang cukup emosional. Mbak Lia manager SID terlihat hampir menagis. Nina dari Mastra Production yang menjemput kita di airport juga cukup terbawa suasana. Yeah, sekarang semua bisa bernafas lega. Kita langsung tancap gas menuju Santa Clarita, tempat kita menginap selama di California. Persetan dengan jet lag, USA here we come!
SIDdiary1
26 Juni 2009, Pomona, CA.
Karena Eka baru tiba di LA tanggal 26 Juni malam hari, kita memakai Eko [kru SID] untuk mengisi posisi bass pada Warped Tour di Pomona California. Eko menjalankan tugasnya dengan baik, sayang kita diposisikan sebagai band pembuka rangkaian Warped Tour 2009 ini. Kita main jam 11 siang disaat penonton baru masuk seperempatnya. Walaupun tidak dengan format 100% kami mampu membuat beberapa punkrocker lokal menunjukkan tarian pogo-nya. Setelahnya, kami antri untuk mengambil jatah makan siang dan terjadi pemandangan yang cukup menarik. Dibarisan antrian yang cukup panjang ada beberapa nama besar skena punk/hardcore internasional : The Ataris, Thrice, Aiden, Anti Flag dll. Mereka semua ikut berdiri mengantri untuk makan siang. Pemandangan yang mungkin tidak pernah terjadi di Indonesia.
27 Juni 2009, San Francisco, CA.
Berangkat jam 3 pagi, perjalanan 8 jam dari Santa Clarita menuju SF terasa seabad dan pil tidur tidak lagi membantu. 7 orang plus alat-alat dalam 1 van is so not funny. Tiba di SF jam 9.30 pagi kami mengalami kesulitan mencari parkir. Kebetulan hari itu ada demo aktivis gay di dekat lokasi Warped Tour. Pukul 1.50 siang, dibawah cuaca SF yang cukup panas, kami sukses menghajar panggung dan pemintaan interview dari pers lokal mulai berdatangan. Setelah semua beres kami langsung cabut ke Ventura California. Sempat singgah di Golden Gate dan mendapat kejutan hot dog gratis, kami tiba di Ventura jam 3 pagi. Beruntung rumah kosong yang kami tempati cukup nyaman, lengkap dengan seaview, boat/jetski pribadi, plasma TV dan seisi kulkas yang nyaris kadaluwarsa. Nicely, a friend came later with a crate of beer and a bottle of Jagermeister. Devilish!
28 Juni 2009, Ventura, CA.
Di kota yang kustom kulture nya cukup kuat ini kami singgah di Tony’s Pizza, sebuah restaurant pizza tradisional dekat pantai yang merayakan ulang tahun nya yang ke 50. Kami menyantap pizza sambil menjatuhkan rahang dikala sebuah Cadillac Devillle berwarna matt black melintas dengan smooth-nya. Sebuah pemandangan yang sangat California: tattoos, hot rod, beach and punkrock. Disini hampir 70% orang yang kami jumpai memiliki tattoo, boys or girls. Dan tiba-tiba kami merasa kurang brandalan. Haha.
Hari ini kami bermain jam 3.15 sore. Kami kurang beruntung, lokasi panggung kami kurang strategis karena terhalang main stage. Band-band yang bermain sebelum/setelah kami juga mengalami nasib yang sama: tidak berhasil menarik penonton yang maksimal. Selesai menjalankan tugas, kami sempat ditraktir minum oleh seorang penonton yang keep saying “You guys made my day”. Balik ke Tony’s Pizza untuk mengambil mobil, kami diberi jatah free pizza dan dengan perut kenyang kami menuju Santa Clarita to celebrate a friend’s birthday. Auw!

Superman Is Dead Presents Angels & the Outsiders: Energi Positif & Identitas Baru

by Igo on 21/02/09 at 10:02 am
Entah karena ketiadaan bir dingin (yang biasanya membuat mereka lebih energetik), di siang nan terik namun berangin di gazebo di lantai atas gedung Twice Bar, Poppies Lane 2, Kuta; itu masing-masing personel Superman Is Dead—walau tetap usil—kental mencuatkan kesan lebih kalem, makin dewasa, tampak mulai menata cara bicara. Barangkali perjalanan panjang berliku telah menempa Bobby Kool, Eka Rock, dan Jrx, menjadi seperti sekarang: menjadi sosok yang lebih tenang. Bincang-bincang saya—where’s the beer, man?—di tengah hari bolong tersebut banyak menyoroti Angels & The Outsiders, album ke-4 SID bersama Sony yang amat-segera rilis; serta dinamika yang terjadi di keseharian mereka belakangan ini. Silakan simak rangkuman kisahnya.
Angels & the OutsidersLukisan tangan oil-on-canvas oleh Degan (kumpulan seniman street-art Yogya)
“Angels” menggambarkan limpahan energi positif, kepercayaan dan semangat nan tulus dari keluarga, sahabat, fans serta kondisi manajemen baru mereka yang berangsur menuju ideal. Sedangkan “Outsiders” dipancang sebagai identitas resmi-baru bagi komunitas/para penggemar yang sempat tak menentu akibat banyaknya nama yang terbentuk secara sporadis (seperti: Sidheads, Siders, Sidiot, etc.). Dan gabungan kedua kata tersebut kemudian membuka babak baru perjalanan Superman Is Dead di tahun 2009 ini.
SID Twice Bar
Empat belas tahun tujuh album. Tak berganti personel tak berganti haluan. Akhirnya album istimewa ini terlahir dari sebuah band punk-rock Indonesia. Album yang diakui oleh Bobby Kool, Eka Rock dan Jrx sebagai album yang paling sensitif ini banyak jujur bertutur sebagai manusia yang cinta keluarga namun juga fragile dan depresif. Seperti tema takut mati sendirian dalam Nights of the Lonely, atau Bobby yang lirih ingin pulang. Secara pribadi, rasanya seperti mendengar sebuah soundtrack film drama kisah nyata yang diperankan langsung oleh pelaku aslinya.
Bobby Kool Eka Rock Igo Jrx                                     Bobby Kool,Eka Rock, Igo, Jrx
Selain keluar dari pakem punk rock dari segi mengungkap rasa, di lini musik mereka nekat bereksplorasi dengan musisi jazz senior seperti Rio Sidik (terompet), Erik Sondhy (piano) dan Sally Jo (biola). Album berisikan 15 lagu ini juga banyak memuat kolaborasi dengan musisi local-genius seperti Gembul Navicula (suling), rekan-rekan dari Tonja dengan ceng-ceng (perkusi tradisional Bali), hingga choir anak-anak di single utama Kuat Kita Bersinar yang video klipnya disutradarai oleh Patrick Effendy. Catatan mengagumkan lainnya adalah pada Jika Kami Bersama yang tak hanya ditulis bersama oleh Bobby Kool & Heru Shaggy Dog, namun juga direkam dan digarap bersama-sama oleh kedua band tanpa ada satu pun personel yang absen. Whoa!
Kesempatan mengupas-bahas album-berikut-pengalamannya dengan mereka kali ini terasa sangat berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kini mereka terlihat dewasa berkompromi. Bersemangat tapi lebih taktis. Satu-satunya geram ganjalan yang mereka ungkap adalah mengenai sikap memandang sebelah mata yang masih saja dilakukan oleh pelaku industri dan media nasional terhadap raihan dan eksistensi Superman Is Dead selama ini.
SID Speed Racer                                 Speed Racer?

Superman Is Dead Masuk 15 Besar Billboard
 12 February 2011 13:28
Choky Christian
Pada akhir bulan Januari 2011 kemarin, industri musik Indonesia dibuat bangga sekali dengan band asal Bali, Superman Is Dead. karena berhasil masuk kedalam urutan ke-23 di tanggalagu Billboard Uncharted.

Hingga saat ini, Superman Is Dead masih bertahan di Billboard Uncharted Chart selama 4 minggu lamanya. Dan ternyata, minggu lalu posisi Superman Is Dead sangat baik sekali.

Superman Is Dead sukses meraih posisi ke-14 alias naik dari posisinya minggu lalu. Dan ini menjadikan Superman Is Dead sukses menembus 15 besar Billboard Uncharted Chart.

FYI, Billboard Uncharted Chart adalah jajaran tangga lagu yang dibuat oleh Billboard yang sudah terkenal dan menjadi acuan chart di seluruh dunia. Dan Uncharted Chart adalah chart teranyar yang diperkenalkan Billboard pada tahun 2011 yang disusun berdasarkan popularitas musisi di dunia maya yang bisa melakukan tracking online musik dari artis / musisi tersebut.

Wah selamat yach buat Superman Is Dead. Semoga ajah bisa masuk ke 10 besar / 5 besar atau menjadi jawara di Billboard Uncharted Chart. Good luck guys.

Tentang Superman Is Dead
SID, punk rock pioneers of Bali, were born and bred in Kuta Rock City. SID, pionir punk rock Bali, lahir dan dibesarkan di Kuta Rock City. The band is three chord attitude-heavy young men, by name : Bobby Kool (lead vocal, guitar, a dog lover and a graphic designer) , Eka Rock (low ridin' family man, beer drinker, laid back bass and backing vocal and a warm smilin' Rock 'N Roll bandman, IT warior) , Jrx (low ridin' beer drinking Rock 'N Roll prince charming, drummer and a hairwax junkie, Bar owner) Band ini adalah tiga akord berat-sikap pria muda, dengan nama: Bobby Kool (lead vokal, gitar, pencinta anjing dan seorang desainer grafis), Eka Rock (keluarga 'manusia rendah album ketiga Ridin, peminum bir, santai bass dan backing vokal dan sebuah Smilin hangat 'Rock' N Roll bandman, IT warior), Jrx ('Rock rendah album ketiga Ridin' minum bir N Roll pangeran menawan, drummer dan seorang pecandu hairwax, pemilik Bar) The name 'Superman is Dead' started its' evolution from Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". Nama 'Superman is Dead' memulai evolusinya 'dari Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". The name moved on to "Superman is Dead" cause they like the idea that there's no such thing as a perfect person out there. Nama pindah ke "Superman is Dead" karena mereka menyukai gagasan bahwa tidak ada hal seperti itu sebagai orang yang sempurna di luar sana.
SID actually stumbled together in '95, drawn by their common love of Green Day and NOFX. SID sebenarnya tersandung bersama di '95, ditarik oleh cinta bersama mereka Green Day dan NOFX. Their influences soon extended to the punk 'n roll genre a la Supersuckers, Living End and Social Distortion, and here they stay. pengaruh mereka segera diperluas ke n roll punk 'genre a la Supersuckers, Living End dan Social Distortion, dan di sini mereka tinggal. They say what they wanna say, how they wanna say it. Mereka mengatakan apa yang ingin mereka katakan, bagaimana mereka ingin mengatakannya. In your face, to say it precisely. Di wajah Anda, untuk mengatakan itu tepat.
SID public image, self described, is "Punk Rock a Bali" (think raw energy of NOFX vs Social Distortion supersonically fueled with beer-soaked Balinese Rockabilly attitude). SID public image, self dijelaskan, adalah "Punk Rock a Bali" (berpikir energi baku dari NOFX Social Distortion vs supersonically didorong dengan bir-direndam sikap Rockabilly Bali).
History ? Sejarah? SID produced their first three albums independently (the boys worked years of crappy night jobs), with fabulous, small scale indie labels 1997 "Case 15", 1999 "Superman is Dead", 2002 "Bad Bad Bad"(mini album, 6 tracks). SID menghasilkan tiga album pertama mereka mandiri (anak-anak bekerja tahun pekerjaan malam jelek), dengan luar biasa, label indie kecil 1997 "Case 15", 1999 "Superman is Dead", 2002 "Bad Bad Bad" (mini album, 6 lagu ).
In March 2003, SID finally signed with Sony-BMG Indonesia after extended negotiations regarding their right to sing the majority of their tracks in English and have full artistic rights over their 'image'!! Pada bulan Maret 2003, SID akhirnya ditandatangani dengan Sony-BMG Indonesia setelah negosiasi diperpanjang mengenai hak mereka untuk menyanyikan mayoritas lagu mereka dalam bahasa Inggris dan memiliki hak artistik penuh atas 'image' mereka! With that decision they single handedly became the first band from Bali to be invited to sign with a major recording label in Indonesia, the first band in their nation (to my knowledge) to be recording majority of songs in English and the first punk band in Indonesia to get the national exposure and promotion that working with a major label in a third world country provides. Dengan keputusan yang mereka single handedly menjadi band pertama dari Bali yang akan diundang untuk sign dengan label rekaman besar di Indonesia, band pertama di negara mereka (untuk pengetahuan saya) untuk menjadi mayoritas rekaman lagu dalam bahasa Inggris dan band punk pertama di Indonesia untuk mendapatkan eksposur nasional dan promosi yang bekerja dengan label besar di negara dunia ketiga menyediakan. And so the history of Indonesian Punk Rock begins! Dan sejarah Indonesia dimulai Punk Rock!
And as for the question that everyone wants to know, the infamous bomb in Bali happened about 75 M from their home, hangout center, punk rock boutique, bar and rehearsal studio that is also Jrx' house, in the heart of Kuta. Dan untuk pertanyaan yang semua orang ingin tahu, bom terkenal di Bali terjadi sekitar 75 M dari rumah mereka, pusat tempat nongkrong, butik punk rock, bar dan studio latihan yang juga rumah Jrx ', di jantung Kuta.
After panel beating back the rolling doors of the studio and shifting a little debris, rehearsals continued as usual. Setelah memukul kembali panel pintu rolling studio dan bergeser sedikit puing, latihan terus seperti biasa. Yeah, they saw a lot, it sucked big time, but its' not gonna stop 'em! Yeah, mereka melihat banyak, itu mengisap waktu besar, tapi 'tidak akan berhenti' em!
And where are they now? Dan di mana mereka sekarang? At the end of 2002, one of the more respectable music mags here cited SID as "The Next Big Thing" for 2003. Pada akhir tahun 2002, salah satu majalah musik lebih terhormat di sini dikutip SID sebagai "The Next Big Thing" untuk tahun 2003. With the release of their fourth album "Kuta Rock City" followed by major air play nationally and in some countries overseas, coupled with the instant popularity of their newest film clip. Dengan merilis album keempat mereka "Kuta Rock City" diikuti dengan udara utama bermain secara nasional dan di beberapa negara di luar negeri, ditambah dengan popularitas instan klip film terbaru mereka.
SID suddenly find themselves touring continuously throughout Indonesia. SID tiba-tiba menemukan diri mereka tur terus menerus di seluruh Indonesia. Last week they were in four major Indonesian cities, on three islands, in 7 days! Minggu lalu mereka berada di empat kota besar di Indonesia, pada tiga pulau, dalam 7 hari! Sometimes playing for free at underground scene clubs, sometimes at street skate parties or alternative band festivals, at lots of universities and even occasionally at "classy" venues who would have probably denied them entrance years ago! Kadang-kadang bermain gratis di klub scene bawah tanah, kadang-kadang pada pihak skate jalan atau festival band alternatif, di banyak universitas dan bahkan kadang-kadang di "berkelas" tempat yang mungkin akan menolak mereka masuk tahun yang lalu!
Which means more beers for all. Yang berarti bir lebih untuk semua.
In 2003 SID even got a mention in Time Asia. Pada tahun 2003 SID bahkan mendapat menyebutkan dalam Time Asia.
They also won a few music awards “MTV Awards for The Best New Artist 2003”, “AMI Awards for The Best New Artist 2003” and nominated again in “AMI Awards 2006 for The Best Rock Album”. Mereka juga memenangkan beberapa penghargaan musik "MTV Awards untuk tahun 2003 Best New Artist", nominasi "AMI Awards untuk The Best New Artist 2003" dan sekali lagi pada "AMI Awards 2006 untuk The Best Rock Album".
October 2007, they did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days with their strong DIY work ethic. Oktober 2007, mereka melakukan sebuah tur Australia yang menakjubkan, 8 kota, 16 pertunjukan, 33 hari dengan pekerjaan DIY yang kuat etika mereka.

June – July 2009, Superman Is Dead held An American Tour, 16 Gigs in 16 cities. Juni-Juli 2009, Superman Is Dead diadakan An tur ke Amerika, 16 Gigs di 16 kota. 11 gigs of them were the ' Vans Warped Tour' and the last 5 gigs were 'From Bali With Rock'. 11 gigs dari mereka adalah 'Vans Warped Tour' dan 5 terakhir pertunjukan adalah 'Dari Bali Dengan Rock'. They did a very hard work to succeed this excited tour, had crossed the big land from westcoast to eastcoast and got back to westcoast. Mereka melakukan pekerjaan yang sangat sulit untuk berhasil wisata ini bersemangat, telah menyeberangi tanah besar dari westcoast ke Eastcoast dan kembali ke westcoast.

SID had share stages with international bands such as International Noise Conspiracy, NOFX, MXPX and Hoobastank. SID telah tahap berbagi dengan band-band internasional seperti International Noise Conspiracy, NOFX, MXPX dan Hoobastank.
They remain proud, boys from the streets of Kuta with a love of punk rock, beers and a good time. Mereka tetap bangga, anak laki-laki dari jalanan Kuta dengan cinta rock punk, bir dan waktu yang baik. Ready for whatever comes next, excited about the next gig. Siap untuk apa pun yang datang berikutnya, bersemangat tentang manggung berikutnya.

Play Superman Is Dead Radio Play Superman Is Dead Radio

  Superman Is Dead Superman Is Dead

Bali , Indonesia (1995 – present) Bali, Indonesia (1995 - sekarang)
Superman Is Dead (commonly abbreviated as SID) is a three-piece / band from Bali, Indonesia. Superman Is Dead (biasa disingkat SID) adalah tiga potong / band dari Bali, Indonesia. Formed in 1995, the band consists of Bobby Kool Dibentuk pada tahun 1995, band ini terdiri dari Bobby Kool (vocals, guitars), Eka Rock (bass), and Jerinx (drums). (Vokal, gitar), Eka Rock (bass), dan Jerinx (drum).

The name “Superman Is Dead” was derived from Stone Temple Pilots 's “ Nama "Superman Is Dead" berasal dari Stone Temple Pilots s '" Silvergun Superman ”. Silvergun Superman ". The name was modified to “Superman Is Dead” because they liked the idea that there's no such thing as a perfect, invincible person out there. Nama itu dimodifikasi untuk "Superman Is Dead" karena mereka menyukai gagasan bahwa tidak ada yang namanya seperti orang, yang sempurna tak terkalahkan di luar sana.

Originally stumbled together in 1995, drawn by their common love of Green Day and NOFX , their influences soon extended to the punk 'n roll genre a la Supersuckers , Living End , and Social Distortion . Awalnya tersandung bersama pada tahun 1995, ditarik oleh cinta bersama mereka Green Day dan NOFX , pengaruh mereka segera diperluas ke 'n roll punk genre a la
*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar